INDONESIA MEMIMPIN SEBAGAI PRODUSEN CSPO BERSERTIFIKAT RSPO TERBESAR DI DUNIA

Posted on 03 May 2012
 

Indonesia juga merupakan produsen terbesar CSPO yang berasal dari petani plasma

Jakarta, 3 Mei 2012 Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), sebuah organisasi multistakeholder yang bertujuan untuk membudayakan praktek berkelanjutan di industri kelapa sawit, melihat pentingnya perananan para petani di dalam mentransformasi pasar minyak sawit. Petani minyak sawit yang berasal dari Malaysia, Indonesia, dan Papua Nugini pertama kali meraih sertifikasi RSPO pada tahun 2010, dua tahun setelah dimulainya sertifikasi RSPO.

RSPO baru saja mencapai milestone terbarunya yaitu produksi tahunan CSPO sebesar 6 juta metrik ton yang dicapai kurang dari 4 tahun semenjak dimulainya sertifikasi RSPO. Tingkat pertumbuhan 20% tersebut dicapai dalam kurun waktu hanya setengah tahun sejak pencapaian tahun lalu, yaitu mencakup lahan produksi CSPO yang meningkat menjadi 1.221.240 hektar dan kapasitas produksi CSPO tahunan yang meningkat menjadi 6.017.193 metrik ton hingga saat ini.

PT Inti Indosawit Subur yang berlokasi di Buatan, Riau, baru-baru ini resmi mendapatkan sertifikasi dari RSPO dan tercatat penambahan produksi sebesar 54.282 metrik ton CSPO sehingga berhasil menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai produsen terbesar CSPO (melebihi Malaysia) baik secara volume dan juga area produksi, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai produsen CSPO terbesar yang berasal dari petani plasma.

Sekretaris Jenderal RSPO, Darrel Webber berkomentar, ”Sudah tidak diragukan lagi bahwa Indonesia sedang berada di titik tertinggi dalam perubahan menuju sustainability. Indonesia tidak hanya sebagai negara produsen CSPO nomer satu, akan tetapi kontribusi dari para petani plasma Indonesia dalam mendukung CSPO juga patut kita acungi jempol. Tantangan terbesar bagi para petani plasma dalam mencapai sertifikasi adalah kurangnya informasi tentang manfaat yang dapat diraih melalui sertifikasi; juga terbatasnya bantuan dana; kurangnya pengalaman dan keahlian; dan juga kapasitas pembangunan yang tidak mencukupi. Hingga saat ini RSPO memiliki komitmen untuk menjalankan inisiatif yang strategis untuk menanggulangi hambatan-hambatan tersebut.

“Para petani plasma juga harus disadarkan tentang kelebihan yang dapat dimiliki ketika mereka telah tersertifikasi. Seperti akses ke dalam pasar internasional yang membutuhkan minyak sawit berkelanjutan; efisiensi jangka panjang dalam bentuk hasil dan produktifitas dan juga langkah efektif dalam mengatur pembiayaan. Laporan terbaru dari WWF http://www.rspo.org/en/business_cases secara jelas menunjukan bahwa manfaat yang diraih dalam menjalankan sustainability akan melebihi biaya yang dikeluarkan sehingga menunjukkan bahwa praktek yang bertanggungjawab tidak hanya baik bagi lingkungan tetapi juga menunjang secara komersil kepada pihak-pihak yang melakukan praktek tersebut” ujar Webber.

Penasehat RSPO, Prof.DR. Bungaran Saragih menyampaikan kepuasannya tentang pencapaian para petani plasma Indonesia. ”Prestasi dari petani plasma ini adalah bukti bahwa Indonesia berada di jalur yang benar dalam mentransformasi pasar menuju sustainability. Di tahun 2011, 38% dari total produksi Crude Palm Oil (CPO) di Indonesia atau sebesar 8.627.883 metrik ton merupakan hasil produksi dari smallholders. Oleh karena itu, jelas bahwa petani plasma dan petani swadaya harus diikutsertakan dalam upaya mentransformasi pasar minyak sawit menuju sustainability. Hal ini dapat tercapai dengan dukungan dari berbagai stakeholder, seperti pemilik pabrik pengolahan minyak sawit, pemerintah, dan juga pasar minyak sawit itu sendiri. Para petani tersebut telah menunjukkan komitmen untuk berubah, tetapi perlu juga ada kesadaran dari pihak lain untuk secara aktif menggerakkan dan memfasilitasi para petani dalam transformasi tersebut,” demikian disampaikan oleh Bungaran.

--SELESAI-- 

Tentang CSPO Growth Interpretation Narrative (GIN) RSPO 2011

Laporan RSPO GIN 2011 atau RSPO CPO Growth Interpretation Narrative 2011 melaporkan pertumbuhan tren di dalam jumlah pasokan dan penjualan dari minyak sawit lestari, dan dapat diakses di http://www.rspo.org/files/pdf/2011%20RSPO%20CSPO%20GIN_web.pdf. Ringkasan dari quick facts dari RSPO juga tersedia di http://www.rspo.org/files/pdf/QUICKFACTS-MAR12.pdf. Laporan pertama dan satu-satunya yang ada di pasar CSPO yang menganalisa, membentuk, dan memfasilitasi komitmen dan diskusi mengenai minyak sawit lestari.

Tentang RSPO

Menanggapi dorongan global bagi pengelolaan kelapa sawit secara berkelanjutan, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) didirikan pada tahun 2004 dengan tujuan mempromosikan produksi dan penggunaan produk-produk sustainable palm oil (minyak sawit lestari) melalui standar-standar global yang kredibel dan keterlibatan para pemangku kepentingan kelapa sawit. Sekretariat RSPO berada di Kuala Lumpur, Malaysia dan kantor perwakilan RSPO berada di Jakarta, Indonesia.

RSPO merupakan asosiasi nirlaba yang menyatukan pemangku kepentingan dari tujuh sektor industri kelapa sawit, yaitu: produsen kelapa sawit, pedagang dan pengolah kelapa sawit, produsen produk-produk konsumen, ritel, perbankan dan investor, lembaga swadaya masyarakat pelestarian lingkungan, dan  lembaga swadaya masyarakat sosial. Bersama para pemangku kepentingan ini, RSPO bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan standar internasional untuk perwujudan sustainable palm oil.

Keragaman dalam keanggotaan RSPO tercermin dalam struktur pemerintahan: para anggota Dewan Eksekutif (Executive Board) dan Kelompok Kerja (Working Groups) merupakan wakil dari setiap sektor. Dengan metode ini, RSPO bekerja dengan sistem yang adil bagi setiap kelompok pemangku kepentingan yang mengusung agenda masing-masing. Dengan adanya sistem tersebut, RSPO juga dapat memfasilitasi kerjasama dan kepentingan beragam antar pihak untuk meraih tujuan yang sama dan mencapai konsensus.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Sekretariat RSPO:

Anne Gabriel, Communications Director

T:+603-22012053

AnneGabriel@rspo.org

RSPO Indonesia:

Desi Kusumadewi

RSPO Indonesia Director

T:+62 21 5794 0222

desi@rspo.org






«  Back