STUDI WWF MEMBUKTIKAN BAHWA PRAKTEK-PRAKTEK BERKELANJUTAN DENGAN SERTIFIKASI RSPO MENINGKATKAN PROFITABILITAS

Posted on 19 June 2012
 

Jakarta, 19 Juni 2012 – WWF baru-baru ini menerbitkan sebuah laporan hasil studinya berjudul Profitability and Sustainability in Palm Oil Production (Profitabilitas dan Keberlanjutan dalam Produksi Minyak Sawit), yang disusun berdasarkan atas studi yang menganalisa peningkatan biaya dan keuntungan finansial yang diperoleh perusahaan produsen minyak sawit sebagai hasil dari penerapan Principles & Criteria (P&C) Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Tujuan disusunnya laporan ini adalah untuk memberikan panduan yang jelas guna membantu perusahaan dan lembaga penyedia modal dalam pengambilan keputusan dan perencanaan menuju sertifikasi RSPO.  

Pada pertemuan media gabungan RSPO-WWF Indonesia hari ini (19/6), Irwan Gunawan, Deputi Direktur Transformasi Pasar WWF Indonesia menjelaskan, “Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun harga premium potensial menjadi daya tarik awal bagi grower untuk menempuh sertifikasi, namun keuntungan-keuntungan dari setiap kategori utama berpotensi untuk melampaui biaya yang harus dikeluarkan dalam mengimplementasikan ketentuan RSPO”.

Irwan menambahkan, “Informasi yang digunakan dalam penelitian WWF ini seluruhnya dikumpulkan dari delapan perusahaan produsen minyak sawit yang beroperasi di Indonesia, Malaysia serta Afrika Barat. Perusahaan-perusahaan ini dipandang cukup mewakili kelompok produsen berskala besar, menengah dan kecil secara luas, yang minyak sawit dan inti minyak sawit bersertifikasi RSPO yang diproduksinya secara total mencakup 54% dari seluruh produksi yang bersertifikat RSPO.

Sekretaris Jenderal RSPO, Darrel Webber menyampaikan apresiasinya atas inisiatif WWF dalam melakukan studi yang selaras dengan misi utama RSPO. “Kami berharap kesimpulan yang disampaikan di dalam laporan WWF dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pemangku kepentingan di seluruh dunia, khususnya mereka yang berada di rantai pasokan minyak sawit di Indonesia, untuk mengikuti jejak untuk mendukung proses tranformasi industri minyak sawit Indonesia menjadi industri berkelanjutan yang seutuhnya”, ujar Darrel.

“Keuntungan bisnis yang diperoleh dengan mengadopsi Principles & Criteria RSPO secara signifikan akan lebih besar daripada biaya implementasinya, dan keuntungan ini seringkali didapat lewat jalur tak terduga dan tidak langsung”, Darrel menambahkan. Principles & Criteria RSPO merupakan skema sertifikasi bertaraf internasional untuk para produsen di seluruh dunia yang telah dianggap menjalankan sistem pembudidayaan kelapa sawit secara berkelanjutan baik dari sudut pandang sosial maupun lingkungan. Darrel menyampaikan bahwa RSPO akan terus memegang teguh komitmen untuk mentransformasi pasar dan menjadikan minyak sawit berkelanjutan sebagai sebuah norma.

Irwan menyimpulkan bahwa temuan-temuan utama dalam studi WWF mengidentifikasi prinsip-prinsip biaya dan manfaat utama. Dimana biaya primer yang teridentifikasi seperti: indentifikasi dan pengelolaahn kawasan yang bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value), proses audit dan sertifikasi, keterlibatan petani kecil dan biaya segregasi. Sementara keuntungan primer yang teridentifikasi seperti: pengurangan konflik sosial, peningkatan kinerja operasional melalui sistem pendokumentasian dan praktek pengelolaan yang lebih baik, peningkatan semangat kerja dan pengurangan turn over karyawan, pendapatan dan akses pasar, serta akses permodalan. Laporan WWF tersebut secara jelas menunjukan bahwa manfaat yang diraih dalam menjalankan praktek-praktek sustainability akan melebihi biaya yang dikeluarkan, dan menegaskan bahwa praktek yang bertanggungjawab tidak hanya baik bagi lingkungan tetapi juga memberikan keuntungan komersial.

Laporan dari WWF pada Profitability and Sustainability in Palm Oil Production dapat diakses di http://www.rspo.org/en/business_cases.  


-SELESAI-

 

Tentang RSPO

Menanggapi dorongan global bagi pengelolaan kelapa sawit secara berkelanjutan, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) didirikan pada tahun 2004 dengan tujuan mempromosikan produksi dan penggunaan produk-produk sustainable palm oil (minyak sawit lestari) melalui standar-standar global yang kredibel dan keterlibatan para pemangku kepentingan kelapa sawit. Sekretariat RSPO berada di Kuala Lumpur, Malaysia dan kantor perwakilan RSPO berada di Jakarta, Indonesia.

RSPO merupakan asosiasi nirlaba yang menyatukan pemangku kepentingan dari tujuh sektor industri kelapa sawit, yaitu: produsen kelapa sawit, pedagang dan pengolah kelapa sawit, produsen produk-produk konsumen, ritel, perbankan dan investor, lembaga swadaya masyarakat pelestarian lingkungan, dan lembaga swadaya masyarakat sosial. Bersama para pemangku kepentingan ini, RSPO bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan standar internasional untuk perwujudan sustainable palm oil.

Keragaman dalam keanggotaan RSPO tercermin dalam struktur pemerintahan: para anggota Dewan Eksekutif (Executive Board) dan Kelompok Kerja (Working Groups) merupakan wakil dari setiap sektor. Dengan metode ini, RSPO bekerja dengan sistem yang adil bagi setiap kelompok pemangku kepentingan yang mengusung agenda masing-masing. Dengan adanya sistem tersebut, RSPO juga dapat memfasilitasi kerjasama dan kepentingan beragam antar pihak untuk meraih tujuan yang sama dan mencapai konsensus.


View in pdf format

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Contact for RSPO Secretariat:
Anne Gabriel, Communications Director | T:+603-22012053 | AnneGabriel@rspo.org

Contact for Europe:
Giovanni Colombo, Hill+Knowlton Strategies | T: +32 (0)2 231 50 19 | Communications@rspo.eu ; Gcolombo@hkstrategies.com

Contact for Indonesia:
Desi Kusumadewi, RSPO Indonesia Director | T: +62 21 5794 0222 | desi@rspo.org

Contact for India:
Arneeta Vasudeva, IPAN Hill & Knowlton | T: +91-124-4967316 | avasudeva@ipanhillandknowlton.com

Contact for China:
Peter Headden, Hill & Knowlton | T: (86 10) 5861 7597 | peter.headden@hillandknowlton.com.cn


«  Back