Belgium Palm Oil Market Pledges to Become Sustainable By 2015

Posted on 31 January 2012
 
Brussels, 31 Januari 2012 – The Belgian Alliance on Sustainable Palm Oil (Aliansi Minyak Sawit Lestari di Belgia) telah meluncurkan sebuah piagam perjanjian untuk menggalakkan penggunaan sertifikasi sustainable palm oil di Belgia. Piagam tersebut berisi perjanjian yang menjelaskan bahwa semua minyak kelapa sawit yang ditujukan ke Belgia di akhir tahun 2015 akan diproduksi sesuai dengan kriteria sustainability dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Piagam perjanjian tersebut ditandatangani oleh beberapa pihak** yang termasuk dalam rantai pasokan minyak kelapa sawit – mulai dari processors dan pengusaha minyak kelapa sawit sampai dengan asosiasi industri minyak kelapa sawit. Para pihak tersebut berkomitmen untuk memproduksi sustainable palm oil yang telah memiliki sertifikat RSPO dan mendukung perubahan menuju pasar yang sustainable sepenuhnya. Sekretaris Jenderal RSPO, Darrel Webber juga memberikan dukungannya dengan menyatakan, ”Dibentuknya The Belgian Alliance on Sustainable Palm Oil oleh berbagai macam organisasi ini merupakan sebuah inisiatif yang sangat baik dan terpuji dalam rangka mewujudkan penggunaan 100% minyak kelapa sawit yang telah memenuhi standarisasi Certified Sustainable Palm Oil (CSPO) di tahun 2015. Aliansi Belgia ini menunjukkan besarnya komitmen dan keinginan untuk menjadi yang terdepan dalam mempromosikan sustainability kepada para produsen di Eropa dan juga merupakan bentuk kelanjutan yang positif dari inisiatif yang telah dilakukan oleh industri nasional di Belanda pada tahun 2010. Kami berharap agar aliansi ini dapat menjadi teladan di pasar konsumen Eropa sehingga kedepannya akan lebih banyak yang mencontoh dan berkomitmen dalam meningkatkan penyerapan CSPO. Saat ini CSPO yang bersertifikatkan RSPO mewakili 11 persen dari seluruh minyak kelapa sawit yang diproduksi di seluruh dunia. RSPO berharap dapat bekerja sama dengan The Belgian Alliance on Sustainable Palm Oil dan juga para anggotanya untuk meningkatkan kesadaran konsumen mengenai sustainable palm oil.”

Adam Harrison, wakil presiden RSPO yang merangkap sebagai Senior Policy Officer World Wildlife Fund (WWF) untuk pangan dan pertanian menekankan inti dari inisiatif kolaborasi yang dilakukan di Belgia tersebut, “ WWF menyambut baik The Belgian Alliance on Sustainable Palm Oil yang telah menunjukkan kepada industri di Belgia mengenai pentingnya menangani isu sustainability melalui kerjasama yang dapat dilakukan. WWF mendorong agar seluruh perusahaan yang menggunakan minyak kelapa sawit segera menetapkan tenggat waktu untuk memulai penggunaan sustainable palm oil yang tersertifikasi, baik di Belgia ataupun di negara lain di tempat mereka beraktifitas, sehingga dapat mewujudkan visi bersama untuk mewujudkan masa depan dimana minyak sawit lestari telah menjadi hal paling mendasar.”

RSPO mengakui bahwa komitmen nasional seperti yang dilakukan di Belgia dan Belanda merupakan inisiatif yang sangat penting untuk menggenjot penyerapan CSPO. Komitmen ini juga merupakan sebuah langkah terbaik yang dilakukan di Eropa. RSPO akan tetap sabar menunggu komitmen industri nasional berikutnya yang sepenuhnya akan merujuk pada sustainable palm oil tersertifikasi di tahun 2015. RSPO pun akan mengajak negara-negara Eropa lainnya untuk mengikuti inisiatif ini sehingga akan memperkokoh posisi negara Eropa sebagai yang terdepan dalam praktik rantai pasokan yang bertanggung jawab.

Mengenai RSPO
Menanggapi dorongan global bagi pengelolaan kelapa sawit secara berkelanjutan, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) didirikan pada tahun 2004 dengan tujuan mempromosikan produksi dan penggunaan produk-produk sustainable palm oil (minyak sawit lestari) melalui standar-standar global yang kredibel dan keterlibatan para pemangku kepentingan kelapa sawit. Sekretariat RSPO berada di Kuala Lumpur, Malaysia dan kantor perwakilan RSPO berada di Jakarta, Indonesia.

RSPO merupakan asosiasi nirlaba yang menyatukan pemangku kepentingan dari tujuh sektor industri kelapa sawit, yaitu: produsen kelapa sawit, pedagang dan pengolah kelapa sawit, produsen produk-produk konsumen, ritel, perbankan dan investor, lembaga swadaya masyarakat pelestarian lingkungan, dan lembaga swadaya masyarakat sosial. Bersama paa pemangku kepentingan ini, RSPO bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan standar internasional untuk perwujudan sustainable palm oil.

Keragaman dalam keanggotaan RSPO tercermin dalam struktur pemerintahan: para anggota Dewan Eksekutif (Executive Board) dan Kelompok Kerja (Working Groups) merupakan wakil dari setiap sektor. Dengan metode ini, RSPO bekerja dengan sistem yang adil bagi setiap kelompok pemangku kepentingan yang mengusung agenda masing-masing. Dengan adanya sistem tersebut, RSPO juga dapat memfasilitasi kerjasama dan kepentingan beragam antar pihak untuk meraih tujuan yang sama dan mencapai konsensus.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Sekretariat RSPO:
Anne Gabriel, Communications Director
T:+603-22012053
AnneGabriel@rspo.org

RSPO Indonesia:
Desi Kusumadewi
RSPO Indonesia Director
T:+62 21 5794 0222
desi@rspo.org

** Pendukung dari Aliansi Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan di Belgia antara lain (1) FEVIA, Federasi Industri Makanan di Belgia, (2) Choprabisco, Asosiasi Biskuit, Cokelat, Praline dan Industri Gula, (3) Cargill, (4) Minyak Fuji Eropa, (5) Asosiasi Industri Margarin di Belgia, (6) Unifa, Serikat Produsen dan Importir Industri Produk Roti, Kue, Cokelat, dan Eskrim di Belgia, (7) FGBB, Federasi Roti di Belgia, dan (8) Belgapom, Organisasi Profesional untuk Perdagangan Kentang dan Industri Pengolahan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi http://www.sustainabelpalm.be/


«  Back